Arini Fitriah Permatasari, 2010. Hubungan Inisiasi Menyusu Dini dengan Pemberian ASI Eksklusif terhadap Kejadian ISPA dan Diare pada Bayi Usia 6 – 7 Bulan di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing : Ibnu Fajar SKM, M.Kes. dan S. Rum Teguh K., SKM, M.Kes.
Inisiasi Menyusu Dini merupakan salah satu faktor keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Pemberian ASI sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, baik fisik maupun mental. Bayi secara alamiah mendapat zat kekebalan tubuh, kemampuan bayi mempertahankan daya tahan tubuh semakin lambat, sehingga terjadi kesenjangan daya tahan tubuh, namun dapat diatasi dengan pemberian ASI secara eksklusif. ASI mengandung zat kekebalan tubuh yang melingdungi dari berbagai penyakit infeksi. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tahun 2009, menyebutkan bahwa prevalensi ISPA dan diare pada bayi dan balita di Kecamatan Tumpang sebesar 16,48% dan 4,02%.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Inisiasi Menyusu Dini dengan pemberian ASI eskklusif terhadap kejadian ISPA dan diare pada bayi usia 6 – 7 bulan di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung program Inisiasi Menyusu Dini dengan pemberian ASI eksklusif sehingga dapat mengurai angka kejadian infeksi. Penelitian ini dilakukan dengan studi cross sectional dengan pengolahan data menggunakan uji Chi – square dengan tingkat kepercayaan 95%.
Berdasarkan uji statistik diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara Inisiasi Menyusu Dini terhadap keberhasilan ASI Eksklusif (p<0,05). Tidak ada hubungan yang bermakna antara ASI eksklusif terhadap ISPA dan diare (p>0,05).
Berdasarkan data hasil penelitian dapat diketahui bahwa pemberian ASI Eksklusif dapat dipengaruhi oleh adanya proses Inisiasi Menyusu Dini. Kejadian sakit pada bayi tidak hanya dipengaruhi dari pemberian ASI Eksklusif, namun terdapat beberapa faktor lain yang mampu terdapat beberapa faktor lain yang mampu mengakibatkan ISPA dan diare pada bayi. Saran dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada ibu – ibu hamil dan ibu menyusui bahwa pentingnya Inisiasi Menyusu Dini dan pemberian ASI Eksklusif sehingga dapat memperbaiki sumber daya manusia dan mengurangi angka kejadian infeksi.
Kata Kunci : Inisiasi Menyusu Dini, ASI Eksklusif, ISPA, Diare
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Inisiasi Menyusu Dini dengan pemberian ASI eskklusif terhadap kejadian ISPA dan diare pada bayi usia 6 – 7 bulan di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung program Inisiasi Menyusu Dini dengan pemberian ASI eksklusif sehingga dapat mengurai angka kejadian infeksi. Penelitian ini dilakukan dengan studi cross sectional dengan pengolahan data menggunakan uji Chi – square dengan tingkat kepercayaan 95%.
Berdasarkan uji statistik diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara Inisiasi Menyusu Dini terhadap keberhasilan ASI Eksklusif (p<0,05). Tidak ada hubungan yang bermakna antara ASI eksklusif terhadap ISPA dan diare (p>0,05).
Berdasarkan data hasil penelitian dapat diketahui bahwa pemberian ASI Eksklusif dapat dipengaruhi oleh adanya proses Inisiasi Menyusu Dini. Kejadian sakit pada bayi tidak hanya dipengaruhi dari pemberian ASI Eksklusif, namun terdapat beberapa faktor lain yang mampu terdapat beberapa faktor lain yang mampu mengakibatkan ISPA dan diare pada bayi. Saran dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada ibu – ibu hamil dan ibu menyusui bahwa pentingnya Inisiasi Menyusu Dini dan pemberian ASI Eksklusif sehingga dapat memperbaiki sumber daya manusia dan mengurangi angka kejadian infeksi.
Kata Kunci : Inisiasi Menyusu Dini, ASI Eksklusif, ISPA, Diare