TRI GUNARTI, 2008. “Pemberian Makanan Enteral Pada Pasien Stroke Dengan Disfagia Di Ruang Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang” (dibawah bimbingan Endang Widajati,SST, M.Kes).
Stroke atau penyakit peredaran darah otak adalah kerusakan pada bagian otak yang terjadi bila pembuluh darah yang membawa oksigen dan zat-zat gizi ke bagian otak tersumbat atau pecah. Dari hasil survey pendahuluan diperoleh data pada bulan Januari sampai Juni 2006 penyakit Stroke menduduki peringkat ke-3 besar dengan prevalensi 6,7% dari 14.717 pasien. Pasien Stroke dengan gangguan menelan akan diberikan makanan melalui pipa sampai pasien dapat mengunyah dan menelan. Kesulitan menelan sering kali menyebabkan kurang gizi karena konsumsi makanan yang tidak cukup. Upaya penanganan pasien Stroke adalah pemberian diet rendah lemak.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemberian makanan enteral pada pasien stroke di RSU Dr. Saiful Anwar Malang.
Rancangan penelitian ini bersifat eksploratif deskriptif, dilaksanakan di ruang rawat inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang pada bulan Maret sampai April 2007 selama 5 hari untuk masing-masing pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan adalah identitas pasien, riwayat gizi, riwayat penyakit, diagnosa, data antropometri (berat badan dan tinggi badan), data keadaan klinis dan laboratorium. Data diolah dengan cara tabulasi dan dianalisis secara deskriptif.
Hasil dari penelitian ini adalah responden yang diteliti berjumlah 4 orang dengan diagnosa Stroke dengan atau tanpa komplikasi. Usia responden antara 59-75 tahun. Semua responden memiliki status gizi kurang. Pelaksanaan pemberian diet telah sesuai dengan penyakit/kondisi responden. Tingkat konsumsi energi responden dalam kriteria baik sebanyak 1 orang dan 3 orang dalam kriteria kurang, tingkat konsumsi protein semua responden dalam kriteria lebih, tingkat konsumsi lemak responden dalam kriteria kurang sebanyak 3 orang dan 1 orang dalam kriteria lebih, dan tingkat konsumsi karbohidrat semua responden dalam kriteria kurang.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian makanan enteral yang diberikan RSU Dr. Saiful Anwar Malang dilihat dari hasil pemeriksaan klinis dan laboratorium pada akhir pengamatan menunjukkan perubahan yang positif. Semua responden memiliki kondisi klinis yang baik dan 2 orang responden mengalami penurunan kadar kolesterol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan untuk menambah waktu pengamatan menjadi 10 hari untuk masing-masing responden sehingga dapat mengamati terapi diet yang diberikan sampai kondisi responden membaik.
Kata kunci : Makanan enteral, Rendah lemak, Kadar kolesterol darah