INAYATI DINIL QOYYIMAH. ”Penerapan Diet dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Pada Pasien Dengan Gangguan Gastrointestinal Bagian Atas di RSD dr. Haryoto Lumajang”.
(Di bawah bimbingan Sutomo Rum Teguh K).
Penyakit saluran cerna bagian atas adalah penyakit yang terdapat pada organ esophagus, lambung dan usus halus (bagian deudenum) yang disebabkan oleh infeksi, peradangan, gangguan motilitas dan keganasan. Penderita umumnya disertai keluhan seperti anoreksia, nausea, vomiting sehingga dalam dietnya memerlukan perhatian khusus.
Penelitian dengan jenis observasional deskriptif ini dilakukan dirumah sakit RSD dr. Hayoto Lumajang yang menjalani rawat inap. Subjek penelitian yang digunakan adalah 5 orang. Data yang dikumpulkan adalah data gambaran umum penderita, data kebutuhan energi dan zat gizi, data terapi diet, data tingkat konsumsi energi dan zat gizi dan data faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi penderita, data perkembang penderita (fisik/kklinik). Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel atau grafik dan dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tiga penderita dengan status gizi underweight, satu penderita status gizi normal dan status gizi obesitas. Kelima penderita dengan riwayat nutrisi yang salah yang bisa menimbulkan penyakit saluran cerna bagian atas. Lima penderita diberi diet TETP bentuk lunak dan rendah serat, dengan rata-rata energi 80,5%, protein 86,5%, lemak 108%, karbohidrat 65,5% dari kebutuhan penderita. Rata-rata tingkat konsumsi penderita untuk energi 38,6%, protein 36,8%, lemak 52,3%, dan karbohidrat 30,9%.
Rata-rata tingkat konsumsi energi adalah 41,3%, protein 36,8%, lemak 52,3%, karbohidrat 30,9%. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi pada tiga penderita adalah faktor fisiologi dan faktor psikologi tidak berpengaruh. Dua penderita tingkat konsumsinya dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan psikologis.
Disarankan perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang penyakit saluran cerna bagian atas dengan jumlah subjek penelitian yang lebih banyak serta waktu yang lebih lama sehingga hasilnya lebih akurat. Peran ahli gizi untuk selalu memberi motivasi dan edukasi pada penderita rawat inap sangat dibutuhkan.
Kata Kunci : Penerapan Diet, Penderita Saluran Cerna Bagian Atas, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi