SELAMAT DATANG DI JURUSAN GIZI POLTEKKES KEMENKES MALANG
Jika Anda berkenan, silahkan mengisi BUKU TAMU,.. Terimakasih.

Friday, January 21, 2011

The Relationship among Food Cariogenic Consumption Frequency with Dental Caries and Nutritional Status on The Thrid Studends of School

Pradana Wahyu, 2008: The Relationship among Food Cariogenic Consumption Frequency with Dental Caries and Nutritional Status on The Thrid Studends of School MMM (Guidance by Etik Sulistyowati).

Selama pelaksanaan program UKGS berjalan dampak program UKGS masih kurang memuaskan, dimana status kesehatan gigi dan mulut anak dan remaja diasumsikan masih rendah. Hasil SKRT tahun 2001 pada kelompok usia 10 tahun prevalensi dan derajat keparahan karies masih cukup tinggi yaitu 52,3 % dan DMF- T 2,68. PTI (Performed Treatment Index) berdasarkan SKRT tahun 1995 adalah 4,52%, hal ini menggambarkan motivasi anak untuk menambal gigi dalam upaya mempertahankan gigi tetapnya masih jauh dari target Nasional tahun 2001 yaitu 50 %. Diet karbohidrat yang mempunyai sifat kariogenik merupakan salah satu faktor pencetus karies gigi anak, dimana makanan kariogenik cenderung lebih disukai anak karena mempunyai rasa manis. Kondisi ini mendorong peneliti untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruh karies gigi dan dampaknya terhadap status gizi melalui analisa hubungan Frekwensi Konsumsi Makanan Jajanan Kariogenik dengan Karies Gigi dan Status Gizi Siswa Kelas 3 School MMM.

Penelitian ini merupakan penelitian studi observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional,. Melalui Simple Random Sampling sebanyak 70 siswa di School MMM, diberikan kuesioner dan dilakukan pemeriksaan gigi oleh dokter gigi untuk mendeteksi karies gigi. Pengukuran secara cross sectional dan uji chi square terhadap perilaku siswa yang terdiri dari factor frekwensi konsumsi jajanan makanan kariogenik dengan karies gigi dan status gizi berdasarkan indeks berat badan menurut umur (BB/U). Pelayanan kesehatan sebagai data pendukung, diukur berdasarkan hasil wawancara mendalam terhadap orang penanggung jawab pelaksana program UKGS di School MMM.

Hasil penelitian, faktor frekwensi konsumsi jajanan kariogenik tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan karies gigi (p=1,7) sedangkan faktor karies tidak mempunyai hubugan yang bermakna dengan status gizi (p=0,8). Efektifnya program kesehatan gigi sekolah (UKGS) dan perilaku kesehatan gigi responden yang baik cenderung akan memmotivasi siswa untuk bersikap dan melakukan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi sehingga prevalensi karies di School MMM tergolong rendah yakni sebesar 3,89%.

Diharapkan baik Dinas Kesehatan maupun pelaksana program UKGS di Sekolah lebih memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi masyarakat khususnya usia sekolah (SD, SLTP dan SLTA).

Kata kunci : Frekwensi konsumsi makanan jajanan kariogenik, karies gigi, status gizi, perilaku Kesehatan Gigi.

Peta Lokasi Kampus

Photobucket
INFORMASI PENDAFTARAN MAHASISWA BARU POLTEKKES KEMENKES MALANG, KLIK DISINI