Pradana Wahyu, 2008: The Relationship among Food Cariogenic Consumption Frequency with Dental Caries and Nutritional Status on The Thrid Studends of School MMM (Guidance by Etik Sulistyowati).
Penelitian ini merupakan penelitian studi observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional,. Melalui Simple Random Sampling sebanyak 70 siswa di School MMM, diberikan kuesioner dan dilakukan pemeriksaan gigi oleh dokter gigi untuk mendeteksi karies gigi. Pengukuran secara cross sectional dan uji chi square terhadap perilaku siswa yang terdiri dari factor frekwensi konsumsi jajanan makanan kariogenik dengan karies gigi dan status gizi berdasarkan indeks berat badan menurut umur (BB/U). Pelayanan kesehatan sebagai data pendukung, diukur berdasarkan hasil wawancara mendalam terhadap orang penanggung jawab pelaksana program UKGS di School MMM.
Hasil penelitian, faktor frekwensi konsumsi jajanan kariogenik tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan karies gigi (p=1,7) sedangkan faktor karies tidak mempunyai hubugan yang bermakna dengan status gizi (p=0,8). Efektifnya program kesehatan gigi sekolah (UKGS) dan perilaku kesehatan gigi responden yang baik cenderung akan memmotivasi siswa untuk bersikap dan melakukan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi sehingga prevalensi karies di School MMM tergolong rendah yakni sebesar 3,89%.
Diharapkan baik Dinas Kesehatan maupun pelaksana program UKGS di Sekolah lebih memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi masyarakat khususnya usia sekolah (SD, SLTP dan SLTA).
Kata kunci : Frekwensi konsumsi makanan jajanan kariogenik, karies gigi, status gizi, perilaku Kesehatan Gigi.